Pencarian Sanitarian Topic

Custom Search

Panduan WHO Pencegahan Infeksi Nosokomial

Written By Kesehatan Lingkungan on Thursday, November 20, 2014 | 1:26 AM


Panduan Praktis Pencegahan Infeksi Nosokomial

Terdapat Sebuah panduan praktis (edisi kedua) yang diterbitkan oleh Department of Communicable Disease, Surveillance and Response WHO. Panduan ini kami rasa penting perlu diketahui oleh rekan-rekan Sanitarian dan praktisi kesehatan masyarakat lainnya.

Berikut sekilas beberapa poin dalam panduan ini

Infeksi nosokomial - juga disebut sebagai suatu "infeksi didapat di rumah sakit" dapat didefinisikan sebagai Infeksi yang diperoleh pasien yang dirawat di rumah sakit. Pengertian lain juga menyebut sebaga sebuah infeksi yang terjadi pada pasien yang melakukan perawatan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya, dimana infeksi ini tidak ditemukan atau tidak dalam masa inkubasi pada saat pasien masuk rumah sakit.

Infeksi nosokomial terjadi di seluruh dunia dan mempengaruhi baik pada negara maju maupun negara miskin sumber daya. Infeksi ini merupakan  salah satu penyebab utama kematian dan morbiditas meningkat pada pasien rawat inap. Mereka adalah beban yang signifikan baik bagi pasien maupun kesehatan masyarakat. Sebuah survei prevalensi dilakukan di bawah naungan WHO yang dilakukan pada 55 rumah sakit dari 14 negara yang mewakili 4 wilayah WHO (Eropa, Mediterania Timur, Asia Tenggara dan Pasifik Barat) menunjukkan

  1. Rata-rata 8,7% dari pasien rumah sakit mengalami infeksi nosokomial.
  2. Lebih dari 1,4 juta orang di dunia menderita komplikasi infeksi yang diperoleh di rumah sakit
  3. Frekuensi tertinggi infeksi nosocomial dilaporkan dari rumah sakit di Timur Tengah dan Asia Tenggara (masing-masing sebesar 11,8% dan 10,0%), dengan prevalensi 7,7% dan 9,0% masing-masing di wilayah Eropa Barat dan Pacific
  4. Infeksi nosokomial yang paling sering adalah jenis infeksi karena luka bedah, infeksi saluran kemih dan infeksi saluran pernafasan bawah. Penelitian WHO, dan lain-lain, juga telah menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi infeksi nosokomial terjadi di unit perawatan intensif,  bangsal bedah dan ortopedi akut. Angka infeksi yang lebih tinggi di antara pasien dengan kerentanan meningkat karena faktor usia, penyakit bawaan, atau karena tindakan kemoterapi.

Dampak infeksi nosokomial
Infeksi nosokomial juga salah satu penyebab utama kematian. Kerugian ekonomi yang ditimbulkan inos cukup besar, antara lain karena memperpanjang masa tinggal rawat inap pasien di rumah sakit, merupakan kontributor terbesar untuk kenaikan komponen biaya. Satu studi menunjukkan bahwa peningkatan secara menyeluruh dalam durasi perawatan di rumah sakit (karena inos), untuk pasien dengan infeksi luka bedah adalah 8,2 hari, mulai dari 3 hari untuk ginekologi menjadi 9,9 untuk operasi umum dan 19,8 untuk bedah ortopedi.

Masa tinggal yang berkepanjangan tidak hanya meningkatkan biaya langsung kepada pasien tetapi juga biaya tidak langsung karena kehilangan pekerjaan. Peningkatan penggunaan obat-obatan, kebutuhan untuk isolasi, dan penggunaan laboratorium tambahan dan studi diagnostik lainnya juga berkontribusi terhadap biaya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan infeksi nosokomial, antara lain :

Faktor Agent Penyakit (the microbial agent)
Kontak antara pasien dan mikroorganisme tidak dengan sendirinya secara klinis mengakibatkan perkembangan penyakit. Terjadinya  infeksi tergantung sebagian pada karakterstik mikroorganisme, termasuk ketahanan terhadap agent, virulensi intrinsik, dan jumlah bahan infektif. Banyak jenis bakteri, virus, jamur dan parasit dapat menyebabkan infeksi nosokomial. Infeksi dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang diperoleh dari orang lain di rumah sakit (infeksi silang) atau mungkin disebabkan oleh flora pasien sendiri. Beberapa organisme dapat diperoleh dari benda mati atau infeksi dari lingkungan. Kemajuan dalam pemakaian antibiotik telah secara signifikan mengurangi resiko terjadinya infeksi karena bakteri, dan telah menurunkan tingkat kematian penyakit menular.

Kerentanan Pasien (patient susceptibility)
Faktor  penting pasien yang mempengaruhi terjadinya. Pasien dengan penyakit kronis seperti leukemia, diabetes mellitus, gagal ginjal, atau acquired immunodeficiency syndrome (AIDS) memiliki peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Faktor Lingkungan (environmental factors)
Pengaturan lingkungan perawatan harus dilakukan dengan baik. Lingkungan sebagai tempat berkumpul orang memungkinkan terjadinya peningkatan interaksi antara orang yang terinfeksi dan orang-orang beresiko terinfeksi. Pasien dengan infeksi dirawat di rumah sakit  atau  mikroorganisme patogen merupakan sumber potensial dari infeksi baik pada pasien maupun staf.

Faktor Resistensi Bakteri (bacterial resistance)
Banyak pasien menerima obat antimikroba. Melalui seleksi dan pertukaran elemen resistensi secara genetik, penggunaan antibiotik berpotensi memunculkan strain bakteri yang resisten terhadap obat. Meluasnya penggunaan antimikroba untuk terapi atau profilaksis merupakan penentu utama resistensi. Agen antimikroba dalam beberapa kasus, menjadi kurang efektif karena resistensi. Banyak strain pneumococci, staphylococci, enterococci, dan TBC saat ini resisten terhadap sebagian besar atau semua antimikroba yang dulunya efektif.

Panduan WHO untuk pencegahan infeksi nosokomial ini secara detail berisi hal-hal sebagai berikut :

Chapter I. Epidemiology of nosocomial infections   
  • Definitions of nosocomial infections    
  • Nosocomial infection sites    
  • Urinary infections    
  • Surgical site infections    
  • Nosocomial pneumonia    
  • Nosocomial bacteraemia    
  • Other nosocomial infections    
  • Microorganisms    
  • Bacteria    
  • Viruses    
  • Parasites and fungi    
  • Reservoirs and transmission    
Chapter II. Infection control programmes    
  • National or regional programmes    
  • Hospital programmes    
  • Infection Control Committee
  • Infection control professionals (infection control team)    
  • Infection control manual    
  • Infection control responsibility
  • Role of hospital management    
  • Role of the physician    
  • Role of the microbiologist    
  • Role of the hospital pharmacist    
  • Role of the nursing staff    
  • Role of the central sterilization service    
  • Role of the food service    
  • Role of the laundry service    
  • Role of the housekeeping service    
  • Role of maintenance    
  • Role of the infection control team (hospital hygiene service)    
  Chapter III. Nosocomial infection surveillance    
  • Objectives    
  • Strategy    
  • Implementation at the hospital level    
  • Implementation at the network (regional or national) level    
  • Methods    
  • Prevalence study    
  • Incidence study    
  • Calculating rates    
  • Organization for efficient surveillance    
  • Data collection and analysis    
  • Feedback/dissemination    
  • Prevention and evaluation    
  • Evaluation of the surveillance system    
  • Evaluation of the surveillance strategy    
  • Feedback evaluation    
  • Validity/data quality    

Chapter IV. Dealing with outbreaks    

  • Identifying an outbreak    
  • Investigating an outbreak    
  • Planning the investigation    
  • Case definition    
  • Describing the outbreak    
  • Suggesting and testing a hypothesis    
  • Control measures and follow-up    
  • Communication    
Chapter V. Prevention of nosocomial infection    
  • Risk stratification    
  • Reducing person-to-person transmission    
  • Hand decontamination    
  • Personal hygiene    
  • Clothing    
  • Masks    
  • Gloves    
  • Safe injection practices    
  • Preventing transmission from the environment    
  • Cleaning of the hospital environment    
  • Use of hot/superheated water    
  • Disinfection of patient equipment    
  • Sterilization    

Chapter VI. Prevention of common endemic nosocomial infections    

  • Urinary tract infections (UTI)    
  • Surgical wound infections (surgical site infections)
  • Operating room environment    
  • Operating room staff    
  • Pre-intervention preparation of the patient    
  • Antimicrobial prophylaxis    
  • Surgical wound surveillance    
  • Nosocomial respiratory infections    
  • Ventilator-associated pneumonia in the intensive care unit    
  • Medical units    
  • Surgical units    
  • Neurological patients with tracheostomy    
  • Infections associated with intravascular lines    
  • Peripheral vascular catheters
  • Central vascular catheters    
  • Central vascular totally implanted catheters    
Chapter VII. Infection control precautions in patient care    
  • Practical aspects    
  • Standard (routine) precautions    
  • Additional precautions for specific modes of transmission    
  • Antimicrobial-resistant microorganisms    
Chapter VIII. Environment    
  • Buildings    
  • Planning for construction or renovation    
  • Architectural segregation    
  • Traffic flow    
  • Materials    
  • Air    
  • Airborne contamination and transmission
  • Ventilation    
  • Operating theatres    
  • Ultra-clean air    
  • Water    
  • Drinking-water    
  • Baths    
  • Pharmaceutical (medical) water    
  • Microbiological monitoring    
  • Food    
  • Agents of food poisoning and foodborne infections    
  • Factors contributing to food poisoning    
  • Prevention of food poisoning
  • Waste
  • Definition and classification    
  • Handling, storage and transportation of health care waste    
 Chapter lX. Antimicrobial use and antimicrobial resistance    
  • Appropriate antimicrobial use    
  • Therapy    
  • Chemoprophylaxis    
  • Antimicrobial resistance    
  • MRSA (methicillin-resistant Staphylococcus aureus)    
  • Enterococci    
  • Antibiotic control policy    
  • Antimicrobial Use Committee    
  • Role of the microbiology laboratory    
  • Monitoring antimicrobial use    
Chapter X. Preventing infections of staff    
  • Exposure to human immunodeficiency virus (HIV)    
  • Exposure to hepatitis B virus    
  • Exposure to hepatitis C virus    
  • Neisseria meningitidis infection    
  • Mycobacterium tuberculosis    
  • Other infections    

Jika memungkinkan akan kita tuliskan pada posting berikutnya, detail per bab panduan ini. Dokumen lengkap dapat rekan-rekan akses di http://www.who.int/emc
 
berita unik