Pencarian Sanitarian Topic

Custom Search

Menghitung Kebutuhan Jamban pada Kondisi Bencana

Written By Kesehatan Lingkungan on Wednesday, September 21, 2016 | 8:50 PM


Standar jumlah dan lokasi pembangunan jamban pada daerah pengungsian akibat bencana


Cakupan pemanfaatan sarana pembuangan kotoran, merupakan salah satu faktor penting untuk diperhatikan dalam kegiatan Surveilans Faktor Risiko pada keadaan darurat bencana. Survailans faktor risiko dilakukan terhadap kondisi lingkungan disekitar lokasi bencana atau lokasi penampungan pengungsi yang dapat menjadi faktor risiko timbulnya atau persebaran penyakit terhadap pengungsi.
8:50 PM | 0 comments | Read More

Standard Minimal Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana

Written By Kesehatan Lingkungan on Wednesday, September 7, 2016 | 11:22 PM

Standard Minimal Penanggulangan Masalah Kesehatan Akibat Bencana dan Penanganan Pengungsi

Pengertian bencana menurut beberapa literatur merupakan peristiwa akibat alam atau ulah manusia, yang menimbulkan gangguan kehidupan dan penghidupan sehingga perlu mendapatkan bantuan diluar prosedur rutin.

Standar ini antara lain dilator belakangi oleh kenyataan bahwa kejadian bencana  selalu akan menimbulkan masalah pengungsi dan masalah kesehatan seperti masalah air bersih, pangan, buruknya sanitasi lingkungan, kasus penyakit menular, gizi, serta masalah penampungan pengungsi yang terbatas.
11:22 PM | 0 comments | Read More

Tujuan dan Kegunaan RKL

Written By Kesehatan Lingkungan on Monday, September 5, 2016 | 7:57 PM

Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL)
Pada dasarnya tujuan penyusunan rencana pengelolaan lingkungan (RKL) pada tahap penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) antra lain :
7:57 PM | 0 comments | Read More

Written By Kesehatan Lingkungan on Tuesday, August 30, 2016 | 9:17 PM


Mencegah Infeksi Penyaki Kecacingan dengan Upaya Higiene Perorangan

Pengertian hygiene menurut Azwar (1993), merupakan usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari hubungan kondisi lingkungan dengan kesehatan manusia, upaya mencegah timbulnya penyakit karena hubungan lingkungan kesehatan tersebut serta membuat kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga terjamin pemeliharaan kesehatan.

Pengertian lain disampaikian Entjang (2001), bahwa pengertian personal hygiene atau hygiene perorangan (usaha kesehatan pribadi) merupakan upaya dari seseorang untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatannya sendiri. Beberapa upaya tersebut antara lain meliputi:
1.    Memelihara kebersihan diri (mandi 2x/hari, cuci tangan sebelum dan sesudah makan), pakaian, rumah dan lingkungannya (BAB pada tempatnya).
2.    Memakan makanan yang sehat dan bebas dari bibit penyakit.
3.    Cara hidup yang teratur
4.    Meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan jasmani
5.    Menghindari terjadinya kontak dengan sumber penyakit.
6.    Melengkapi rumah dengan fasilitas-fasilitas yang menjamin hidup sehat seperti sumber air yang baik, kakus yang sehat.
7.    Pemeriksaan kesehatan

Menurut berbagai penelitian, upaya sanitasi dan hygiene perorangan sangat efektif untuk mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti diare, kecacingan, TBC paru, ascariasis, ISPA, diare, malaria, DBD, keracunan makanan, dan lainnya. Sebagaimana kita ketahui, penularan penyakit berbasis lingkungan dapat melalui  agen biologis, fisik, atau kimia. Sedangkan komponen lingkungan yang lazim kita kenal sebagai media transmisi antara lain meliputi Udara, Air, Pangan, Serangga/vektor , dan Manusia. Atau dengan istilah lain, berbagai faktor dapat berperan seperti water borne diseases, air borne diseases, vector borne diseases, food borne diseases

Teori Simpul Achmadi (2005)
Pada penyakit dengan agen biologis, dibutuhkan peran agen hidup seperti virus, bakteri, jamur, prozoa dan cacing untuk terjadinya infeksi. Seperti terkait infeksi cacing, menurut Depkes RI (2001) usaha pencegahan penyakit infeksi cacing antara lain dapat dilakukan dengan upaya menjaga kebersihan badan, kebersihan lingkungan dengan baik, makanan dan minuman yang baik dan bersih, memakai alas kaki, membuang air besar di jamban (kakus), memelihara kebersihan diri dengan baik seperti memotong kuku dan mencuci tangan sebelum makan.

Referensi, antara lain:
Azwar, A. (1993) Pengantar Ilmu Kesehatan Lingkungan. Mutiara Sumber Widya. Jakarta.; Depkes RI (2001), Pedoman Modul dan Materi Pelatihan “Dokter Kecil’; Entjang, I. (2001) Ilmu Kesehatan Masyarakat. PT Citra Aditya Bakti. Bandung.
9:17 PM | 0 comments | Read More

Aspek Personal Hygiene pada Penyakit berbasis Lingkungan


Mencegah Infeksi Penyaki Kecacingan dengan Upaya Higiene Perorangan

Pengertian hygiene menurut Azwar (1993), merupakan usaha kesehatan masyarakat yang mempelajari hubungan kondisi lingkungan dengan kesehatan manusia, upaya mencegah timbulnya penyakit karena hubungan lingkungan kesehatan tersebut serta membuat kondisi lingkungan sedemikian rupa sehingga terjamin pemeliharaan kesehatan.

9:17 PM | 0 comments | Read More

Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA)

Written By Kesehatan Lingkungan on Wednesday, August 24, 2016 | 6:38 PM

Informasi Dasar Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA)

Pengertian Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan atau yang kita kenal sebagai Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) merupakan salah satu dari beberapa studi primer yang harus dilakukan oleh Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi atau Pokja AMPL Kabupaten/Kota. Selanjutnya hasil studi ini digunakan untuk menyusun buku Pemetaan Kondisi Sanitasi (Buku Putih Sanitasi) dan Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) berdasarkan pendekatan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP).
6:38 PM | 0 comments | Read More

Analisis Kualitas Fisik Air

Written By Kesehatan Lingkungan on Tuesday, August 23, 2016 | 9:29 PM


Analisis Kualitas Air pada Lingkungan Fisik

Sebelum masuk pada langkah analisa lingkungan fisik, kita harus memahami pengertian Pencemaran Lingkungan Fisik. Sebagaimana kita ketahui, lingkungan terdiri dari lingkungan Fisik, Biologi dan Sosial, Sedangkan sumber pencemaran lingkungan terdiri dari aktivitas manusia dan atau hasil kegiatan alam. Pencemaran tersebut dapat terjadi pada media Air, Tanah, atau Udara, dengan jenis pencemaran berupa Fisik, Biologi, maupun bersifat Kimia

9:29 PM | 0 comments | Read More

Langkah - Langkah Penyelidikan dan Penanggulangan KLB

Langkah - Langkah Penyelidikan dan Penanggulangan KLB
Penyakit Menular dan Keracunan Pangan


Sebagai ahli kesehatan masyarakat, atau petugas kesehatan lingkungan, sudah seharusnya paham terhadap prosedur penyelidikan epidemiologi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular maupun kecacunan makanan. Penyelidikan Epidemiologi, atau yang umum kita kenal dengan istilah PE, sudah seringkali kita lakukan. Kita biasa melaukan PE DBD misalnya, atau PE penyakit menular bersumber binatang lainnya.
12:11 AM | 0 comments | Read More

Komponen KLB Berdasark Variabel Waktu

Mengambarkan KLB Berdasarkan Variabel  Waktu

Penggambaran KLB harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat disusun hipotesis mengenai sumber, cara penularan, dan lamanya KLB berlangsung. Untuk dapat merumuskan hipotesis-hipotesis yang diperlukan, informasi awal yang dikumpulkan dari kasus-kasus harus diolah sedemikian rupa sehingga dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan antara lain:
12:11 AM | 0 comments | Read More

Standar Sanitasi Jamban

Written By Kesehatan Lingkungan on Tuesday, June 28, 2016 | 12:40 AM


Standard Sanitasi Jamban

Sanitasi sesuai nomenklatur MDGs adalah pembuangan tinja. Termasuk dalam pengertian ini  meliputi jenis pemakaian atau penggunaan tempat buang air besar, jenis kloset yang digunakan dan jenis tempat pembuangan akhir tinja. Sedangkan kriteria akses terhadap sanitasi layak jika penggunaan fasilitas tempat BAB milik sendiri atau bersama, jenis kloset yang digunakan jenis ‘latrine’ dan tempat pembuangan akhir tinjanya menggunakan tangki septik atau sarana pembuangan air limbah (SPAL). Sedangkan kriteria yang digunakan JMP WHO-UNICEF 2008, sanitasi terbagi dalam empat kriteria, yaitu ‘improved’, ‘shared’, ‘unimproved’ dan ‘open defecation’. (Depkes RI, 2010).
12:40 AM | 0 comments | Read More

Sanitasi Perilaku Penjamah Makanan

Written By Kesehatan Lingkungan on Sunday, June 19, 2016 | 11:47 PM


Faktor Perilaku Penjamah Makanan Pada Laik Hygiene Kantin

Makanan selain mutlak bermanfaat, juga dapat sebagai media penularan penyakit dan masalah kesehatan. Kondisi ini dapat terjadi, baik secara alamiah (include dalam makanan) maupun masuk dari luar, seperti makanan menjadi beracun karena tercemar mikroba.
11:47 PM | 0 comments | Read More

Berbagai Macam Alat Pengendali Vektor

Written By Kesehatan Lingkungan on Tuesday, June 14, 2016 | 11:39 PM

Peralatan Pengendalian Vektor, Peralatan Fogging


Masih semangat upload soal vektor dan penyakit menular. Walaupun trend angka kesakitan dan kematian penyakit tidak menular (PTM) telah melampauai penyakit menular, namun penularan penyakit melalu perantara vektor masih sangat penting dikelola.
11:39 PM | 0 comments | Read More
 
berita unik