Pencarian Sanitarian Topic

Custom Search

Metode Sederhana Memperbaiki Kualitas Air Bersih

Written By Kesehatan Lingkungan on Wednesday, October 16, 2013 | 5:06 PM

Aerasi dan Saringan Sederhana sebagai Metode Meningkatkan Kualitas Air Tanah

Air tanah merupakan sumber air bersih yang paling banyak digunakan sebagai sumber air bersih bagi masyarakat di pedesaaan. Agar air tanah selalu  aman digunakan, maka sumber air tanah harus terhindar dari pencemaran, seperti jamban, tempat pembuangan sampah, tempat pembuangan limbah/ air bekas, kotoran ternak, dan lainnya. Namun kondisi air tanah yag dikonsumsi masyarakat, seringkali tidak sesuai dengan harapan. Untuk meningkatkan kualitas air tanah yang dihasilkan, perlu dilakukan perbaikan kualitas baik secara kimiawi maupun bakteriologis. Berikut beberapa metode perbaikan tersebut, yaitu dengan Aerasi dan Saringan Sederhana

Aerasi
Menurut Said (2005), aerasi merupakan proses penambahan konsentrasi oksigen yang terkandung dalam air. Proses ini memerlukan alat aerator, yang merupakan alat untuk mengontakkan oksigen dari udara dengan air agar zat besi yang ada didalam air sumur dapat bereaksi dengan oksigen dan membentuk senyawa ferri (Fe3+) yang tidak larut dalam air. Kecepatan oksidasi Fe dipengaruhi oleh pH air, makin tinggi pH air maka kecepatan oksidasi juga semakin cepat. Selain untuk menurunkan kadar besi dan mangan aerasi dapat menurunkan tingkat kekeruhan, dapat memperbaiki derajat keasaman, dapat memperbaiki rasa dan warna pada air yang kurang atau tidak memenuhi syarat secara fisik, memberikan rasa segar pada air dan mengurangi bau pada air.

Secara garis besar, proses aerasi dilakukan dengan menampung air baku pada suatu tempat,  selanjutnya air dialirkan melalui pipa yang digunakan sebagai alat pembagi aliran yang diletakkan tepat di atas aerator pertama yang akan jatuh pada tray kedua dan seterusnya sampai aerator yang terakhir, selanjutnya dilakukan proses pengendapan selama 30 sampai 60 menit, Fe yang sudah tidak larut dalam air ini dengan adanya gaya grafitasi akan mengendap sehingga diharapkan pada tahap ini kadar Fe sudah turun.

Terdapat beberapa cara untuk menambahkan oksigen kedalam air:
  1. Memasukan udara kedalam air, dengan menggunakan nozzle yang diletakkan dibagian tengah sehingga meningkatkan kecepatan kontak gelembung udara dengan air. Biasanya pipa ini diletakkan pada bagian dasar bak aerasi.
  2. Memaksa air keatas untuk kontak dengan oksigen, melalui baling- baling yang diletakkan dipermukaan air.
  3. Menyebarkan air dengan udara diatas lempengan tipis, melalui tetesan air kecil, atau mencampur air dengan gelembung-gelembung udara.
  4. Mengontakkan air dengan udara melalui proses terjunan bertahap.

Saringan Sederhana
Metode ini dilakukan dengan cara membuang padatan dan kandungan bahan kimia atau biologi yang terdapat dalam air. Tahap proses pengolahan dilakukan secara fisika (pengendapan, penyaringan, absorbsi dan adsorbsi), dan secara mekanis dengan berbagai bahan alami yang efektif sebagai media filtrasi (seperti kerikil, pasir, ijuk, arang batok kelapa).

Sementara proses penyaringan terdiri dari beberapa tahap, sebagai berikut :
  1. Koagulasi, merupakan proses pembubuhan bahan kimia kedalam air agar kotoran dalam air yang berupa padatan tersuspensi (seperti zat warna organik, lumpur halus, bakteri dan lain-lain) dapat menggumpal dan cepat mengendap. Cara yang paling mudah dan murah adalah dengan membubuhkan tawas dalam tandon air.
  2. Pengendapan kotoran terjadi karena pembentukan alumunium hidroksida/Al (OH)3, berupa partikel padat yang akan menarik partikel-partikel kotoran sehingga menggumpal menjadi besar dan berat dan yang pada akhirnya dapat mengendap. Sementara prosedur pembubuhan tawas dilakukan dengan cara antara lain :  a). sejumlah tawas dilarutkan dalam air kemudian dimasukkan kedalam air baku lalu; b). dilakukan pengadukan cepat ± 2menit hingga merata; c).. Setelah itu kecepatan pengadukkan dikurangi sedemikian rupa sehingga terbentuk gumpalan-gumpalan kotoran akibat bergabungnya kotoran tersuspensi yang ada dalam air baku. Setelah itu dibiarkan beberapa saat sehingga gumpalan kotoran (flok) menjadi besar/berat sehingga cepat mengendap.
  3. Setelah proses koagulasi, air didiamkan (± 45 - 60 menit). sehingga gumpalan kotoran yang mengendap semua, sehingga air tampak lebih jernih. Endapan yang terkumpul didasar tangki dapat dibersihkan dengan membuka kran penguras yang terdapat di bawah tangki.
  4. Setelah proses pengendapan diatas, masih terdapat butiran gumpalan kotoran berukuran kecil dan ringan yang masih melayang-layang dalam air. Terhadap kotoran ini dilakukan penyaringan  dengan cara mengalirkan air ke bak penyaring saringan pasir.
Referensi: Said, N.I. (2005), Metode praktis menghilangkan Zat Besi dan mangan didalam Air Minum Kelompok Teknologi Pengolahan Air Bersih dan Limbah Cair Direktorat Teknologi Lingkungan.
 
berita unik